WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Bupati Tabalong, H.M. Noor Rifani, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-50 Tingkat Kabupaten Tabalong di Kecamatan Upau, Kamis (13/11/2025) malam.

Dalam sambutannya, H. Fani, sapaan akrab Bupati Tabalong menekankan bahwa MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi lebih kepada bagaimana mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

"MTQ adalah ajang untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT, serta untuk memperkuat ukuwah islamiyah di kalangan masyarakat," ujarnya.

Bupati Rifani juga menyampaikan pentingnya ukhuwah islamiyah, yaitu persatuan dan kesatuan umat Islam, dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

"Selain berkompetisi, ajang MTQ juga merupakan ajang bersilaturahmi sesama masyarakat Tabalong dari 12 kecamatan yang hadir," ucapnya.

Ditambahkan orang nomor satu di Tabalong ini, akan memberikan bonus bagi para juara dan dewan hakim.

"Bagi pemenang akan kita berikan bonus berupa ibadah umrah gratis untuk 3 orang, dua dari juara lomba dan satu dari dewan hakim," ungkap Bupati.

Sementara itu Camat Upau, Agustian, selaku Ketua Umum pelaksanaan MTQ ke 50 mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan unsur forkopimda yang hadir dalam acara pembukaan, serta menyampaikan apresiasi kepada unsur panitia dan maayarakat kecamatan Upau yang bahu membahu, bergotong royong hingga kegiatan bisa berjalan dengan lancar.

"Saya juga menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati apabila dalam penyambutan kami, baik tempat maupun pelaksanaan kegiatan kurang berkenan," tutur Agustian.

Acara pembukaan MTQ Nasional ke-50 ini dihadiri oleh Sekda Tabalong, Kapolres, Dandim, Ketua dan anggota DPRD Tabalong, serta seluruh SKPD, perwakilan perusahaan dan ratusan peserta dari 12 kecamatan di Tabalong.

Masyarakat juga turut hadir dalam jumlah besar hingga memadati area panggung utama.

BACA JUGA: Resmi! Kemenhaj Umumkan 2 Maskapai Layani Haji 2026 ini Pembagian Embarkasinya

Kegiatan ini dimeriahkan oleh tarian kolosal kolaborasi etnik Dayak, Jawa, dan Banjar yang didukung oleh 120 penari dari pelajar SMPN 1 Upau.