Anak korban, Selly, menuturkan bahwa ayahnya terakhir terlihat pada Selasa (28/10/2025) sore dan sempat dilaporkan hilang pada Kamis (30/10/2025).
“Bapak tinggal sendirian. Kami sudah mencarinya, tapi tak ketemu. Beliau memang sering lupa arah,” ucapnya sedih.
Pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi karena meyakini korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Mereka pun menandatangani pernyataan resmi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
Polisi memastikan kasus tersebut tidak mengandung unsur pidana dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad

