Ia menambahkan, salah satu poin penting dalam kegiatan ini adalah komitmen peserta untuk menikah di usia ideal, yakni di atas 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.
“Ini bagian dari upaya menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Banjar. Tahun ini angkanya sudah menurun dibandingkan 2024,” jelasnya.
Khairullah berharap, para peserta jambore yang berasal dari 20 kecamatan di Kabupaten Banjar tersebut dapat menjadi duta informasi bagi teman-temannya di sekolah.
“Mereka diharapkan bisa menyebarkan semangat menjadi generasi berencana, yang mampu menata masa depan dengan baik, termasuk dalam hal pendidikan dan karier,” tuturnya.
Ia menegaskan, masa muda harus dimanfaatkan untuk kegiatan positif. “Jangan sia-siakan masa muda untuk hal-hal negatif. Remaja harus aktif, berdaya, dan berperan dalam pembangunan,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







