Stephen Fry memberi perumpamaan keras:
“Ini seperti membiarkan hama memakan seluruh kebun demi pertumbuhan cepat. Kamu tidak bisa membiarkan AI melahap semua karya kreatif kita tanpa batas.”
Sementara Kontroversi Memuncak, Xania Justru Terus Meroket
Di tengah perdebatan etika yang membara, Xania Monet melesat semakin jauh. Jones menegaskan bahwa dirinya tetap pengendali kreatif di balik musik.
“AI hanyalah instrumen. Manusialah yang menentukan arah seni ini,” tegasnya.
Manajer Xania, Romel Murphy, juga menolak anggapan bahwa AI akan menggantikan manusia:
“AI kami gunakan untuk memperkuat karya kami, bukan untuk menghapus musisi manusia.”
Era Baru atau Bencana Besar? Dunia Masih Membelah
Fenomena Xania Monet mengundang pertanyaan besar:
Apakah ini awal revolusi musik yang akan melahirkan bentuk seni baru?
Atau tanda peringatan bagi musisi manusia yang terancam kehilangan ruang?
Satu hal pasti: pintu menuju era musik AI telah terbuka — dan tidak akan tertutup lagi.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad







