BREAKING NEWS! Truk Solar Rem Blong Hantam Pasar Purworejo, 12 Tewas Termasuk 10 Guru SD
WARTABANJAR.COM, PURWOREJO – Duka mendalam menyelimuti Purworejo, Jawa Tengah. Selasa pagi (11/11/2025), sebuah truk mengalami rem blong dan memicu kecelakaan fatal di kawasan Pasar Sidosari, Kalijambe. Peristiwa ini menewaskan 12 orang, termasuk 10 guru SD, seorang sopir angkot, dan sopir truk.
Informasi tragis ini pertama kali viral melalui unggahan akun Threads @darajakaklasik, yang menyebut kecelakaan terjadi tepat saat aktivitas warga sedang padat. Truk besar bermuatan solar yang diduga mengalami gangguan sistem pengereman melaju tak terkendali, menabrak sejumlah kendaraan dan rumah warga.
“Kejadian pagi ini 11/11/2025 di Pasar Sidosari… truk diduga mengalami rem blong,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga mengingatkan bahwa di lokasi yang sama, insiden serupa pernah terjadi sebelumnya—menewaskan belasan orang.
Truk Terbalik, Warga Berkerumun
Video yang tersebar menunjukkan truk dalam posisi terbalik di tengah jalan. Muatan berserakan, beberapa bagian hancur tak berbentuk. Warga tampak panik dan langsung melakukan evakuasi seadanya sebelum petugas tiba.
Suasana haru tak terelakkan. Sejumlah warganet di Threads menuliskan ucapan belasungkawa:
“Innalillahi wa innailaihi rojiun,” tulis @sinta_ari32.
“Semoga Allah beri ampunan… diterima amal ibadahnya,” ungkap @shoim_fayaz.
“Innalillahi… semoga husnul khotimah,” tulis @mbak_darmen_interior_pwt.
Lokasi Rawat, Jalur Menurun Tajam
Menurut keterangan saksi, kawasan Pasar Sidosari memang rawan insiden rem blong karena kontur jalan turunan tajam yang sering dilalui kendaraan berat.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak berwenang belum merilis pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan dan daftar lengkap korban. Namun, Polres Purworejo bersama tim medis telah berada di lokasi untuk evakuasi, pendataan, dan pengamanan jalur agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengemudi kendaraan besar agar melakukan pengecekan rutin, terutama ketika melintasi jalur padat penduduk dan turunan ekstrem seperti di Kalijambe.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad