Dia mengatakan, konsolidasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kalender ajang multicabang tetapi juga penyelesaian persoalan dualisme kepengurusan cabang olahraga seperti yang terjadi di tenis meja, tinju, anggar, dan sepak takraw.
Terkait persoalan itu, Menpora telah memberikan batas waktu kepada pihak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk duduk bersama menyelesaikannya, paling lambat hingga akhir 2025.
“Kalau Januari tahun depan (masalah dualisme-red) tidak bisa (diatasi-red), baru saya ambil alih,” kata dia. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







