Harga murah inilah yang membuat warga rela antre panjang demi bisa membawa pulang bahan pokok dengan harga terjangkau.
Analis Perdagangan Disperindag Balangan, Asbit, mengatakan pasar murah ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk masyarakat kecil.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan harian sekaligus menstabilkan harga di pasaran,” ujarnya.
Asbit menambahkan, pasar murah kali ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), di antaranya PT Adaro serta sejumlah mitra penyedia kebutuhan pokok seperti MamaSuka, AQUVINA, FINNA, Indofood, Mie Sedaap, Gulaku, Yamanuva, dan Toko Mama Hifni.
“Kami berterima kasih kepada para mitra yang telah berkontribusi menekan harga sehingga masyarakat bisa benar-benar merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Disperindag Balangan berencana menggelar pasar murah ini secara bergilir di berbagai desa agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah.
“Program ini tidak berhenti di sini, akan terus berlanjut ke desa-desa lain sesuai jadwal yang sudah kami siapkan,” jelas Asbit.
Gelaran pasar murah ini pun disambut antusias oleh warga yang berharap kegiatan serupa bisa digelar lebih sering, terutama menjelang akhir tahun saat harga bahan pokok cenderung naik.(Wartabanjar.com/Alfi)
editor: nur muhammad







