WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Harga beras di Papua tergolong mahal.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menjelaskan penyebab tingginya harga beras di sejumlah wilayah Papua.
Ia mengatakan hal itu disebabkan oleh faktor distribusi yang tidak mudah.
Menurut Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu, beras di daerah tersebut harus diangkut menggunakan pesawat sehingga biaya logistiknya menjadi tinggi, khususnya beras medium.
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025, Selasa (4/11/2025) kemarin, Menteri Amran mengatakan pihaknya sudah bertemu para kepala daerah setempat seperti gubernur hingga bupati untuk membahas masalah ini.
Amran mengatakan pemerintah melalui Bapanas telah menurunkan tim untuk memantau langsung harga beras di 51 kabupaten dan kota yang tercatat mengalami kenaikan.
“Kami sudah minta Bapanas seluruh daerah yang harga tinggi dengan dirjennya, deputinya. Itu langsung turun. Posko di tempat itu. Bangun sistem yang baik, kemudian kolaborasi dengan (Perum) Bulog. Bulog adalah intervensi pasar untuk beras. Kemudian Bapanas memantau sebagai regulator,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sejumlah wilayah di Papua tercatat mengalami kenaikan harga beras hingga kisaran 7 persen sepanjang Oktober 2025.
Kabupaten Intan Jaya mencatat kenaikan harga paling tinggi, yakni 7,68 persen pada minggu keempat Oktober.
Kenaikan signifikan juga terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, Pulang Pisau, dan Barito Timur.
Total ada 51 kabupaten/kota di Indonesia yang tercatat mengalami kenaikan harga beras per Oktober 2025, termasuk wilayah di Jawa Barat, Banten, Lampung, hingga Kalimantan Timur.
Mengutip berbagai sumber, Rabu (5/11/2025), Amran menambahkan, tim dari Bapanas dan Bulog sudah diterjunkan ke seluruh daerah tersebut untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar serta menekan disparitas harga antarwilayah.
Meski begitu, Amran memastikan stok dan produksi beras nasional dalam kondisi aman.
“Tapi yang terpenting sekarang adalah kita swasembada beras berkat hasil kerja keras kita semua. Insya Allah jagung aman, beras, ayam. Ayam memang membuat juga naik. Ini bagus, naiknya ini bagus karena ada MBG (makan bergizi gratis). Inilah program strategis Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Ada pergerakan ekonomi di desa-desa,” ujarnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

