WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Kabar gembira bagi ribuan pelajar di Kabupaten Tabalong! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong menyalurkan beasiswa berprestasi senilai lebih dari Rp12 miliar kepada 9.022 pelajar SD, SMP, siswa miskin, dan anak berkebutuhan khusus.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tabalong, H M Noor Rifani, di SDN 2 Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Senin (3/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Rifani menegaskan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bentuk penghargaan atas prestasi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tabalong.

“Kami berharap beasiswa ini menjadi dorongan bagi anak-anak kita untuk terus berprestasi dan menjadi generasi unggul yang siap membangun Tabalong ke depan,” ujar Bupati.

9.022 Penerima, Rp12 Miliar Lebih Dikucurkan!

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong, Hasby, menjelaskan bahwa penyaluran beasiswa dilakukan pada 30–31 Oktober 2025. Total penerima mencapai 9.022 siswa, dengan total anggaran sebesar Rp12.112.250.000.

Rinciannya meliputi:

Siswa SD & SMP berprestasi (peringkat 1–3 di setiap kelas)

Siswa miskin sebanyak 3.650 pelajar

Anak berkebutuhan khusus (ABK) sebanyak 218 siswa

Besaran Beasiswa

Untuk beasiswa berprestasi, besarannya disesuaikan dengan peringkat siswa:

Rangking 1: Rp1.000.000

Rangking 2: Rp750.000

Rangking 3: Rp500.000

Sementara untuk kategori siswa miskin dan anak berkebutuhan khusus (ABK), nominal bantuannya adalah:

Siswa miskin SD: Rp1.875.000

Siswa miskin SMP: Rp2.500.000

ABK SD: Rp1.000.000

ABK SMP: Rp1.500.000

Penyaluran Transparan Lewat Rekening Siswa

Hasby menambahkan bahwa pendataan siswa penerima beasiswa miskin mengacu pada aplikasi Sistem Informasi Penanggulangan Kemiskinan Terpadu dan Terintegrasi (Silangkar) milik Pemkab Tabalong.

“Semua data diverifikasi melalui Silangkar. Setelah disesuaikan dan disetujui, dana langsung ditransfer ke rekening siswa masing-masing agar lebih transparan,” jelasnya.

Program beasiswa ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus memotivasi siswa untuk terus berprestasi, baik akademik maupun non-akademik. Langkah ini juga menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Tabalong dalam membangun generasi emas daerah melalui pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.(wartabanjar.com/SUHARDI)

editor: nur muhammad