WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Film layar lebar yang mengangkat urban legend masyarakat Banjar berjudul Pirunduk telah menyelesaikan proses syuting pada awal Juli 2025 lalu, kini mulai memasuki tahap pasca produksi.

Proses syuting dimulai pada awal Juni 2025, dan selesai di awal Juli 2025 atau berlangsung selama 24 hari.

Selesai syuting, film layar lebar bergenre drama horor dan kental dengan budaya Banjar ini pun sudah memasuki tahapan pasca produksi.

Baca Juga Kronologi Pekerja Reklame Tersengat Listrik di Simpang Empat Banjarbaru

"Sekarang masih tahap pasca produksi dan dilakukan di Jakarta, terkait dengan proses editing gambar, suara dan lain sebagainya. Targetnya akhir November 2025 selesai," kata Budi Ismanto selaku Produser, Kamis (30/10/2025).

Setelah pasca produksi selesai dilakukan, Budi Ismanto menambahkan bahwa selanjutnya adalah menunggu jadwal tayang di bioskop.

"Kami targetkan di awal tahun 2026 sudah mulai tayang di semua jaringan bioskop nasional. Kalau tidak Januari, mungkin Februari lah," katanya.

Terkait dengan masih berprosesnya film ini, Budi Ismanto pun berharap agar masyarakat pecinta film, tak terkecuali di Banua untuk bersabar.

Apalagi lanjutnya, setelah proses syuting selesai dilakukan, tak sedikit orang yang menanyakan kapan film ini mulai tayang di bioskop-bioskop.

"Ini sudah tahap pasca produksi. Semoga tidak ada kendala, semakin cepat pasca produksinya. Insya Allah semakin cepat juga tayang. Jadi kami harap masyarakat bersabar menunggu film ini tayang di bioskop," terangnya.

Disinggung mengenai target penonton untuk film Pirunduk, Budi Ismanto mengatakan juga diharapkan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat pecinta film.

"Semoga disukai masyarakat, menghibur dan juga bisa mengedukasi. Kalau bisa tembus 1 juta penonton, tentu alhamdulillah," tutupnya.

Film Pirunduk sendiri diproduksi oleh rumah produksi Bima Sakti Pictures dan didanai oleh Pentana Studio. Sedangkan skenario ditulis oleh Budi Ismanto, Tubagus Dedi dan juga Billy Christian.