Peneliti juga mencocokkan 2.718 hari data pengamatan astronomi dengan catatan waktu uji coba nuklir dan laporan penampakan UFO. Hasilnya mencengangkan—45% dari cahaya misterius tersebut muncul dalam waktu 24 jam setelah ledakan nuklir terjadi.
“Temuan kami memberikan bukti empiris baru tentang hubungan antara fenomena udara tak dikenal (UAP) dan aktivitas senjata nuklir,” tulis para peneliti.
Dengan penemuan ini, misteri cahaya di langit yang sempat dikira “pesawat alien” akhirnya menemukan jawabannya: bukan dari luar angkasa, tapi dari ulah manusia di Bumi sendiri.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad






