WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Presiden FIFA Gianni Infantino memilih tidak memberikan jawaban tegas soal kemungkinan sanksi kepada Timnas Israel terkait konflik di Palestina.
Dalam acara peluncuran FIFA ASEAN Cup, Infantino lebih menekankan narasi perdamaian ketimbang merinci tindakan disipliner terhadap Israel.
Israel menjadi sorotan setelah aksi agresi terhadap Palestina yang sejak Oktober 2023 menimbulkan puluhan ribu korban jiwa, sehingga menimbulkan desakan akan penindakan.
Media dan publik mempertanyakan konsistensi FIFA setelah Rusia pernah dikucilkan akibat konflik, sementara Israel tetap bisa berlaga di kompetisi FIFA.
Infantino menyebutkan harapan soal perdamaian dan mengutip peristiwa diplomatik terbaru tanpa menyatakan langkah hukum atau sanksi konkret.
Pernyataan itu memicu kritik karena dinilai menghindari pertanyaan soal standar ganda dalam penegakan aturan organisasi sepak bola internasional.
Laporan juga menyinggung korban sipil dan mantan pemain yang terdampak serangan, sebagai bagian dari konteks mengapa isu ini mendapat sorotan luas.
Di Eropa, protes terhadap keikutsertaan Israel di kualifikasi Piala Dunia semakin sering muncul sebagai bentuk penolakan publik.
Langkah selanjutnya kini bergantung pada mekanisme internal FIFA dan respons dari federasi terkait apabila ada bukti pelanggaran aturan olahraga.
Publik serta pengamat menunggu keberanian institusi untuk menjelaskan posisi dan tindakan yang akan diambil ke depan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

