“Saya berusaha kabur ke halaman, tapi dihadang dan diseret. Ada yang membekap dari belakang, bahkan sempat dicekik,” ungkapnya dengan nada bergetar.
Meski dikeroyok dan ditahan beberapa pegawai, Mike akhirnya berhasil meloloskan diri hingga keluar pagar kantor. Di luar gedung, beberapa orang akhirnya melerai dan mengamankan situasi.
Sementara itu, Steven Takapaha yang dihubungi wartawan menegaskan pihaknya siap memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
“Saya siap memberi keterangan, hanya saat ini sedang ada pekerjaan mendesak,” ujarnya singkat.
Kini, Mike bersama rekan-rekan jurnalis lainnya telah melapor ke Polres Tahuna untuk menuntut keadilan atas dugaan penganiayaan tersebut. Kasus ini memicu kemarahan komunitas pers yang menilai tindakan intimidatif terhadap wartawan adalah bentuk pelanggaran berat terhadap kebebasan pers.
Kasus ini menjadi sorotan tajam publik dan diharapkan segera diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad






