Dampak ke Indonesia: Harga emas dalam negeri yang mengacu pada harga internasional ikut terguncang. Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS menjadi penentu utama fluktuasi harga emas lokal. Tak heran jika penurunan Rp 177.000 per gram kemarin disebut sebagai yang terdalam sepanjang sejarah perdagangan emas nasional.
Andy juga menyoroti tingginya ketidakpastian global, mulai dari retorika politik Presiden Trump yang berubah-ubah hingga negosiasi dagang yang belum stabil.
“Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai penting di tengah risiko politik dan ekonomi global,” tegasnya.
Prospek ke depan: Meski tren jangka pendek melemah, prospek jangka menengah emas masih positif. Faktor-faktor seperti kebijakan moneter longgar, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian fiskal AS diperkirakan akan menjaga daya tarik emas sebagai aset safe haven hingga akhir tahun.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad







