Mereka menunjuk pada momen pascalaga ketika tim kepelatihan Garuda tidak menghampiri tribun suporter di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah setelah kekalahan 0-1 dari Irak.
Situasi ini menambah dinamika dalam diskusi tentang kepelatihan Timnas Indonesia, terutama terkait evaluasi terhadap performa staf pelatih pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia. Publik kini makin vokal menuntut akuntabilitas bukan hanya kepada pemain, tetapi juga pada jajaran kepelatihan dan manajemen federasi. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







