Diketahui, sebanyak 550 siswa SMPN 33 Banjarmasin merupakan penerima program MBG. Makanan tersebut dikonsumsi pada Senin (20/10/2025) dengan menu ayam asam manis, tahu, sayur jagung wortel, kentang, nasi, dan anggur.
Namun pada Selasa pagi, sekitar 40 siswa dilaporkan mengalami gejala sakit perut, mual, hingga diare secara bersamaan.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan dan pihak sekolah masih melakukan penelusuran serta uji sampel makanan MBG untuk memastikan keamanan pangan program tersebut.
Program MBG Banjarmasin sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk mendukung pemenuhan gizi pelajar agar lebih fokus belajar di sekolah. Meski begitu, kasus ini memunculkan sorotan publik agar pengawasan distribusi dan kebersihan makanan MBG diperketat.(Wartabanjar.com/Frans/Ramadan)
editor: nur muhammad







