Ikhwansyah juga meminta seluruh pihak menjaga akurasinya data dan memastikan setiap indikator dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Ia menekankan agar hasil FGD tidak berhenti sebagai laporan semata, tetapi menjadi rencana aksi konkret dengan target waktu yang jelas.
“Saya minta hasil rapat ini tidak berhenti di meja laporan. Harus ada action plan nyata, dengan timeline yang terukur untuk mempercepat peningkatan ketahanan daerah,” tambahnya.
Selain itu, Ikhwansyah menyoroti peran penting BPBD dalam menjaga konsistensi data dan penguatan kapasitas masyarakat.
“Beberapa indikator seperti kemampuan evakuasi dan efektivitas sistem peringatan dini disebutnya masih memerlukan perhatian serius,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kalak BPBD Banjar, Yayan Daryanto, menilai kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarinstansi.
“Melalui FGD ini, kita ingin memastikan bahwa data yang digunakan valid dan terintegrasi. Hasilnya akan memberikan gambaran utuh tentang kondisi ketahanan daerah sekaligus membantu penyusunan kebijakan yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu

