WARTABANJAR.COM, MARABAHAN- Misteri penemuan jasad orok yang menggemparkan warga di Desa Balandean Muara, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola) pada Rabu (21/5/2025) akhirnya terjawab sudah.

Bayi malang yang ditemukan warga dalam kondisi tidak bernyawa dan mengapung di sungai di Desa Balandean tersebut, masih lengkap dengan tali pusar.

bayi tersebut ternyata merupakan korban pembunuhan oleh ibunya sendiri berinisial T (29), yang masih tercatat sebagai warga sekitar.

"Setelah dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan, baru kami amankan pelakunya dan dia sudah mengakui perbuatannya," ujar Kapolres Batola, AKBP Anib Bastian, S.I.K., M.H. melalui Kasatreskrim, Iptu Adhi Nurhudaya Saputra, Selasa (21/10/2025).

Dijelaskan oleh Iptu Adhi juga bahwa proses untuk pengungkapan ini memakan waktu cukup lama, atau berbulan-bulan karena menunggu hasil tes DNA.

sebelum ditetapkan sebagai tersangka, sampel DNA T, bayinya dan seorang pria berinisial W yang merupakan pacar T sudah diambil.

"Hasil tes DNA mereka sangat identik. Makanya kami bisa dipastikan memang dia pelakunya," jelasnya.

Ditambahkannya juga bahwa T menghabisi nyawa bayinya, sesaat setelah melahirkannya di sebuah jamban di dekat rumahnya.

Jadi dipastikan bahwa bayi malang tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa sebelum dibuang ke sungai hingga akhirnya ditemukan warga.

Bayi tersebut, merupakan hasil hubungannya dengan pacarnya.

BACA JUGA: Diduga Jadi Korban Perampokan di Kelayan A, Bidan Rahmaniah Meregang Nyawa, 2 Orang Lainnya Terluka

Sebelumnya, T sempat berniat menggugurkan janinnya.

"Awalnya ada niat mau digugurkan, tapi tidak jadi. Setelah lahir baru dilakukan," katanya didampingi Kanit PPA Sat Reskrim Aiptu Firma Sihar Mas Adi Silalahi.

T diketahui berstatus janda dengan satu orang anak, kemudian menjalin hubungan dengan W yang merupakan rekan kerjanya di sebuah perusahaan.

Setelah berjalan beberapa bulan, T berbadan dua hingga akhirnya melahirkan kemudian dihabisi oleh T.

Jasad orok tersebut ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan mengapung pada Rabu (21/5/2025) lalu.