“Gejala ISPA biasanya batuk, pilek, demam, badan terasa sakit, nyeri otot atau sendi, hidung tersumbat, sakit kepala,” jelasnya.
Berdasarkan rekapitulasi data Dinkes Tala dari Januari hingga September 2025, total kasus ISPA telah mencapai 45.135 jiwa. Kasus ini tersebar di berbagai kelompok usia, meliputi 7.921 balita, 4.972 anak, 11.508 remaja, 18.149 dewasa, dan 2.585 lansia.
“Kasus terbanyak seperti biasa di rentang usia dewasa, yakni usia 19-59 tahun. Usia pekerja,” ungkap dr. Isna.
Meskipun terjadi peningkatan, dr. Isna menilai situasi ini belum memberikan dampak yang signifikan.
Menurutnya, kondisi cuaca tahun ini yang relatif baik turut membantu.
“Tapi tidak terlalu memberikan dampak yg luar biasa. Tahun ini karena kemarau dan kabut asap juga tidak terlalu besar. Jadi kita belum ada kegiatan atau program khusus,” tuturnya.
Ia menambahkan, edukasi mengenai bahaya debu dan polusi tetap berjalan rutin di semua lini pelayanan kesehatan.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







