WARTABANJAR.COM, SAMPANG – Suasana laut di perairan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, mendadak memanas. Ratusan nelayan bersama ibu-ibu dari pesisir pantura mengepung kapal survei milik perusahaan migas asal Malaysia, Petronas, pada Senin (20/10/2025).
Aksi dramatis itu terekam dalam video yang viral di media sosial Instagram, memperlihatkan deretan kapal kayu nelayan mengelilingi kapal besar Petronas di tengah laut. Mereka membentangkan spanduk besar bertuliskan penolakan terhadap aktivitas survei migas di area Sumur Barokah—wilayah tangkap ikan andalan nelayan lokal.
Protes Besar di Tengah Laut
Dengan suara lantang dan penuh emosi, para nelayan mendekati kapal sambil berteriak meminta kegiatan survei dihentikan.
Beberapa bahkan nekat mendekati badan kapal utama untuk memaksa penghentian aktivitas.
“Kami menolak keras survei dan eksplorasi Petronas! Kompensasi bagi nelayan tidak jelas, sementara kegiatan mereka sudah mengganggu jalur tangkap ikan,” ujar Winarno, tokoh nelayan Ketapang.
BACA JUGA: Korsleting Listrik Kembali Rugikan Warga! 2 Rumah di Tanta Ludes Dilalap Api, Segini Kerugiannya
Ia menegaskan, aksi ini lahir dari kekecewaan mendalam terhadap ketidakjelasan kompensasi dan dampak sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat pesisir.
“Kalau kapal Petronas masih beroperasi, kami tidak akan diam. Seratus kapal siap mengusir mereka dari perairan Ketapang!” tegasnya.
Ibu-Ibu Nelayan Turun ke Pesisir







