WARTABANJAR.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan kegiatan Ekspose Laporan Akhir Pekerjaan ldentifikasi dan Penataan Kawasan Industri Sepanjang Alur Barito Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini memaparkan hasil kajian dan
rencana penataan kawasan industri strategis di sepanjang alur Sungai Barito.
Tujuannya, sebagai langkah mendukung pengembangan wilayah dan peningkatan investasi daerah.
Alur Sungai Barito membentang dari utara pegunungan Lauser di perbatasan Murung Raya di Kalimantan Tengah dengan Provinsi Kalimantan Barat dan bermuara di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan dengan panjang sungai yang dapat dilayari sepanjang ± 900 km.
Diketahui alur sungai Barito dipenuhi berbagai perusahaan dan kegiatan industri, terutama di sekitar pelabuhan dan dermaga. Kegiatan industri ini didukung oleh jalur pelayaran sungai yang vital untuk logistik dan distribusi barang.
Potensi industri dan aktivitas di kawasan alur
Selain perusahaan besar, terdapat beragam potensi dan kegiatan industri lain yang memanfaatkan Alur Barito:
Pertambangan: Banyak perusahaan tambang batu bara dan silika, terutama di Kabupaten Barito Timur, yang menggunakan alur sungai sebagai jalur distribusi hasil tambang.
Industri perkayuan: Dermaga-dermaga khusus untuk industri perkayuan tersebar di sepanjang tepian sungai.
Galangan kapal (shipyard): Industri ini penting untuk mendukung kebutuhan logistik dan perkapalan yang beroperasi di sungai.

