WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kegagalan Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA 2026 memancing kritik tajam dari media Belanda yang mengangkat isu pembinaan usia muda dalam sepak bola nasional.
Di pemberitaan Belanda, perhatian utama tertuju pada fakta bahwa dalam susunan pemain starter Indonesia melawan Irak, hanya dua pemain yang dibesarkan lewat kompetisi domestik. Media tersebut mempertanyakan seberapa mandiri sistem pengembangan talenta di Indonesia jika masih sangat bergantung pada pemain naturalisasi.
Lebih lanjut, laporan menyebut bahwa latar belakang pembinaan pemain muda di Indonesia dinilai jauh tertinggal dibanding Belanda. Salah satu contohnya ialah cerita seorang pemain muda yang berlatih hanya bersama kakeknya sebagai pelatih menunjukkan minimnya akses pelatih profesional dan infrastruktur yang memadai.







