Akibat kebakaran ini, aula sekolah mengalami kerusakan hingga 80 persen, sementara ruang guru berhasil diselamatkan dari kobaran api berkat kesigapan tim gabungan.
Namun, proses pemadaman sempat terkendala oleh banyaknya warga yang menonton dan sulitnya mendapatkan sumber air di sekitar lokasi.
“Situasi sempat sedikit sulit, tapi dengan bantuan tangki air yang kami bawa, api akhirnya berhasil dikendalikan,” tutup Rizky.
DPKP Banjar mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik, terutama di bangunan lama atau yang memiliki instalasi tidak terawat.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kini, pihak kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang hampir meluluhlantakkan salah satu fasilitas pendidikan di Martapura itu.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad







