Ia menambahkan, kerja sama ini membuka peluang besar bagi generasi muda Tabalong untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan berkualitas di sektor migas, sesuatu yang selama ini sulit dijangkau.
“Selama ini kita belum bisa mengirim anak-anak untuk kuliah maupun mengikuti short course migas. Karena itu, kesempatan ini menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Tabalong, sebuah langkah maju dalam mempersiapkan tenaga kerja migas yang kompeten dan berdaya saing tinggi,” imbuhnya.
Menurut Bupati, short course migas akan mulai dilaksanakan tahun ini dengan jumlah peserta yang disesuaikan kemampuan anggaran daerah. Sementara untuk program kuliah di PEM Akamigas tahun 2026, akan dibuka kuota antara 10 hingga 20 mahasiswa asal Tabalong.
“Mudah-mudahan Ibu Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, berkenan memberikan kuota maksimal hingga 20 orang,” harap Haji Fani.
Ia juga menegaskan bahwa Tabalong memiliki sejarah panjang sebagai daerah penghasil minyak bumi sejak masa penjajahan Belanda. Meski produksi saat ini menurun, potensi sumber daya migas Tabalong masih besar dan bisa dimaksimalkan kembali dengan dukungan SDM unggul.
“Dengan adanya kerja sama ini, kita tidak hanya menyiapkan tenaga kerja terampil, tapi juga membangun masa depan energi Kabupaten Tabalong agar tetap menjadi bagian penting dari peta migas nasional,” tegasnya.(wartabanjar.com/HRD)
editor: nur muhammad







