Upaya Tangani Karhutla, BMKG Terapkan Sains, Data Presisi Hingga Cegah Lahan Gambut Mengering

Sepanjang musim kemarau 2025, BMKG bersama BNPB dan Kementrian Kehutanan secara intensif melaksanakan OMC selama 143 hari.

Dengan total 252 sorti penerbangan dan lebih dari 222 ton bahan semai, operasi ini berhasil menjaga kelembapan lahan gambut dan mencegahnya mengering.

“OMC bukan sekadar menurunkan hujan, tetapi bagian dari sistem nasional mitigasi bencana berbasis data. Kolaborasi BMKG, BNPB, dan Kementerian Kehutanan menjadi bukti bahwa ilmu pengetahuan bisa langsung diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan,” tegas Dwikorita.

Dalam forum tersebut, BMKG juga mendorong penguatan sistem berbagi data (data sharing) antarlembaga, terutama untuk pemantauan muka air tanah (groundwater monitoring) yang menjadi indikator krusial dalam deteksi dini kekeringan lahan.

BACA JUGA: BREAKING NEWS! Gudang Elpiji di Banjarmasin Selatan Terbakar Hebat Dini Hari, Warga Panik

Dwikorita mengajak seluruh instansi terkait untuk memperluas jejaring observasi digital hingga ke tingkat daerah guna membangun sistem peringatan dini yang lebih komprehensif.

Rapat yang dipimpin Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi nasional dalam menjaga ekosistem hutan dan lahan.

BMKG berkomitmen untuk terus memperkuat layanan berbasis sains, mulai dari prediksi iklim ekstrem hingga sistem peringatan dini, demi mendukung Indonesia mencapai ketahanan lingkungan dan melindungi masyarakat dari risiko bencana iklim.

Turut hadir dalam rapat tersebut adalah Kepala BNPB, Suharyanto yang bersama-sama menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara berkelanjutan. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu