Ia menjelaskan pada 2019-2024 karena titiknya lebih sedikit dan indeksnya juga lebih kecil.
“Sekarang disesuaikan dengan harga-harga juga dan jumlah titik, makanya jadi Rp 702 juta, dari Rp 400 juta-an,” tambahnya.
Ia juga menyebut, kegiatan reses bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat di dapil masing-masing.
“Reses ini enggak tiap bulan, kegiatan reses ini beberapa bulan sekali. Setahun itu cuma empat atau lima kali, tergantung dengan padatnya agenda,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor Restu







