Hasilnya, Kluivert hanya mencatat tiga kemenangan dari delapan laga bersama Indonesia. Tim Garuda mencetak 11 gol dan kebobolan 15 kali. Catatan tersebut dinilai jauh dari harapan untuk membawa Indonesia menembus Piala Dunia.
Kritik publik menyebut keputusan ini mirip dengan langkah Erick saat di Inter Milan tahun 2016, ketika menunjuk Frank de Boer yang gagal total dan dipecat setelah 14 laga. Kini, kegagalan Kluivert disebut menjadi deja vu atas kesalahan lama tersebut. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







