WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Keindahan Sungai Martapura yang menjadi kebanggaan warga Banjarmasin kini tercoreng akibat deretan tiang besi biru mencolok yang berdiri di sekitar Shelter Balai Kota. Warga menilai keberadaan tiang-tiang itu tidak jelas fungsinya dan justru merusak estetika kawasan wisata sungai.

Dari pantauan lapangan, tiang-tiang tersebut berdiri berjejer di tepi sungai dengan warna biru mencolok yang kontras dengan lanskap alami Martapura. Kondisi itu membuat warga merasa risih karena tampilan kawasan wisata yang seharusnya indah kini tampak semrawut.

“Kalau tidak ada manfaatnya, sebaiknya dihilangkan saja. Jadi tidak merusak pemandangan,” keluh Fadilah, warga yang kerap berolahraga di sekitar Balaikota, Jumat (10/10/2025).

Nada serupa juga datang dari Mulyadi, motoris kelotok wisata Sungai Martapura. Ia menilai deretan tiang itu justru menyerupai proyek mangkrak dan mengurangi daya tarik wisata sungai yang sedang digencarkan pemerintah kota.

“Dari jauh kelihatan seperti proyek terbengkalai. Padahal tempat ini bisa jadi ikon cantik Banjarmasin. Tolonglah diperhatikan tampilannya,” ujarnya.

Warga berharap Pemko Banjarmasin segera menertibkan atau menjelaskan fungsi tiang-tiang tersebut, agar kawasan wisata sungai kembali nyaman dipandang dan tidak kehilangan pesonanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kota terkait keberadaan tiang-tiang biru tersebut dan apakah masih menjadi bagian dari proyek tertentu.

Kawasan Sungai Martapura sendiri selama ini dikenal sebagai ikon wisata air Kota Banjarmasin, dengan jalur kelotok dan area pedestrian yang sering dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun jika penataan tidak diperhatikan, warga khawatir keindahan sungai justru akan tergantikan oleh pemandangan besi-besi tak terurus yang mengganggu estetika kota.(Wartabanjar.com/Ramadan)

editor: nur muhammad