WARTABANJAR.COM, FLORES TIMUR - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meletus hebat pada Kamis pagi pukul 06.07 Wita. Letusan ini memuntahkan abu vulkanik setinggi 1.500 meter di atas puncak, atau sekitar 3.084 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu tebal berwarna kelabu pekat membumbung tinggi dan condong ke arah barat, membuat langit di kawasan sekitar gelap dan sesak oleh abu.

“Durasi letusan lima menit 45 detik,” ujar Emanuel Rofinus Bere, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi, yang juga mengimbau warga tetap waspada terhadap hujan abu dan potensi lahar hujan.

Dampak letusan langsung terasa hingga ke transportasi udara. Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere di Kabupaten Sikka resmi ditutup total sejak Kamis pagi, lantaran jalur udara diselimuti sebaran abu vulkanik.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Frans Seda, Partahian Panjaitan, mengonfirmasi penutupan tersebut:

“Operasi penerbangan di Bandara Frans Seda ditutup sementara. Dua jadwal penerbangan Wings Air Maumere–Kupang dan Kupang–Maumere dibatalkan,” ujarnya.

Penutupan bandara akan berlangsung hingga Jumat (10/10/2025) pukul 06.00 Wita, menunggu hasil evaluasi otoritas penerbangan.

BACA JUGA: TITO KARNAVIAN Semprot Pemda! “Stop Hambur Uang Rakyat untuk Rapat, Dinas, dan Jamuan Mewah!”

Erupsi Beruntun, Gunung Naik ke Status Siaga

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menetapkan status Level III (Siaga) untuk Gunung Lewotobi Laki-laki.

Sejak Rabu malam, aktivitas vulkanik meningkat tajam.

PGA mencatat tiga kali erupsi beruntun dengan kolom abu menjulang 2.000–5.000 meter dari puncak, disertai dentuman keras dan lontaran sinar api dari kawah.

Data seismograf mencatat berbagai jenis gempa — mulai dari vulkanik dalam, non-harmonik, hingga tektonik lokal dan jauh.
Visual gunung tampak diselimuti kabut, dengan asap putih tipis yang keluar dari kawah setinggi 100–200 meter.

Selain abu vulkanik yang menyesakkan, potensi banjir lahar dingin kini mengintai warga di lereng gunung.
Curah hujan tinggi di Flores Timur bisa membawa material vulkanik panas ke pemukiman yang berada di bantaran sungai.