Bayi diperkirakan lahir hidup dan sempat disusui, namun ditemukan luka lecet di bibir atas, lebam berbentuk V terbalik di wajah, patah tulang penyangga leher, serta trauma tumpul pada kepala bagian belakang hingga otak besar.
“Hasil otopsi menunjukkan bayi meninggal karena pembekapan disertai trauma tumpul di kepala belakang, yang bukan akibat proses kelahiran,” ujar Ipda Kardi Gunardi.
Tak hanya itu, temuan cairan ASI di lambung dan kotoran bayi yang belum keluar juga menunjukkan bayi ini mendapat perawatan singkat setelah lahir.
“Sehingga tim dokter forensik mengatakan hal ini menandakan ibu bayi diduga bukan dalam kondisi gangguan jiwa,” tambah Ipda Kardi.
Saat ini, jenazah bayi telah dimakamkan oleh pihak RS Idaman Banjarbaru. Polisi juga telah mengambil sampel DNA dari sumsum tulang belakang bayi untuk dicocokkan jika ada sampel pembanding di kemudian hari.
“Karena kami juga akan melakukan visum terhadap orang yang diduga ibu dari korban nantinya,” tutup Ipda Kardi. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







