TEROBOSAN TABALONG! Terinspirasi NTB, Bupati Fani Siap Sulap Bumi Saraba Kawa Jadi Pusat Sport Tourism Kalimantan!
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Kabupaten Tabalong bersiap jadi destinasi wisata olahraga kelas Kalimantan! Terinspirasi oleh keberhasilan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam mengembangkan sport tourism, Bupati Tabalong H M Noor Rifani (Haji Fani) bertekad menghadirkan konsep serupa di Bumi Saraba Kawa.
Langkah strategis ini diungkapkan usai kunjungan resmi Bupati Tabalong bersama jajaran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) ke Dinas Pariwisata Kota Mataram, Sabtu (4/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Tabalong melakukan konsultasi dan koordinasi langsung untuk mempelajari sistem pengelolaan sport tourism yang sukses menarik wisatawan domestik maupun mancanegara ke NTB.
“Terima kasih kepada sahabat kami, Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana atas sambutan hangat dan sharing-nya. Harapannya, Tabalong bisa mengembangkan sport tourism, baik yang soft maupun yang hard,” ujar Haji Fani penuh optimisme.
BACA JUGA: SANTRI KALSEL BERJAYA! PP Darussalim Bati-Bati Sabet 6 Penghargaan di MQK Internasional 2025
Kabupaten Tabalong dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan sport tourism karena letaknya strategis di jalur pertemuan tiga provinsi: Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah — sekaligus dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Potensi sudah ada, tinggal bagaimana kita mengelola lebih profesional. Kalau ini berjalan, maka Tabalong akan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu mendongkrak ekonomi daerah. Tabalong Smart!” tegas Bupati.
Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah sinergi yang memperkuat hubungan antar daerah.
“Ini hasil dari retret yang menyatukan dua kabupaten dengan karakter berbeda, tapi memiliki visi sama: memajukan pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ujar Mohan.
Belajar dari Mataram: Pariwisata dan UMKM Satu Napas
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra SSTP MH menjelaskan, kunci sukses Mataram adalah menerapkan konsep “tujuan boleh ke mana saja, tapi menginap di Mataram.”
Kota ini juga mendorong tumbuhnya Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan Pokmas, serta melatih SDM pariwisata melalui pelatihan bersertifikat seperti tour guide, penggunaan media sosial, dan barista.