“Laporan terakhir, total terdapat 11 korban berhasil diekstrikasi pada hari ketujuh pencarian, di sektor A3 (sisi belakang reruntuhan),” kata Freezer.
Proses evakuasi juga harus menghadapi kenyataan pahit, dimana satu korban ditemukan dalam kondisi tidak lengkap.
“Pukul 03.24 WIB satu korban dengan kondisi kaki kanan tidak ada berhasil diekstrikasi di sektor A4,” ucapnya. Jenazah korban tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi.
Hingga Minggu (5/10/2025), total korban yang berhasil ditemukan adalah 141 orang, dengan rincian 104 selamat, 37 meninggal, dan satu di antaranya masih berupa potongan tubuh. Diperkirakan, masih ada sekitar 26 orang yang belum ditemukan.
“Proses evakuasi masih terus berlangsung. Pembersihan puing difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama,” imbuh Freezer.
Tragedi yang memilukan ini berawal pada Senin (29/9/2025) sore, ketika sebuah gedung tiga lantai yang juga digunakan sebagai musala di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, tiba-tiba ambruk.
Saat itu, ratusan santri sedang khusyuk melaksanakan salat Ashar berjemaah di dalam gedung yang ironisnya masih dalam tahap pembangunan. (Wartabanjar.com/inilah.com)
Editor Restu






