Dinsos Kalsel Tetap Siaga, Meski Status Darurat Karhutla Dicabut

“Kita berusaha hadir secepat mungkin agar api tidak meluas, sesuai dengan jangkauan yang bisa kita tangani,” jelasnya.

Namun, untuk titik yang sulit dijangkau, penanganan dilakukan dengan bantuan heli bombing dari BNPB.

“Keterlibatan BNPB sangat penting. Dengan heli bombing, area yang tidak terjangkau oleh peralatan darat bisa dipadamkan,” tambah Achmadi.

Ia menjelaskan, faktor cuaca menjadi kunci penting dalam mengendalikan karhutla tahun ini. Sepuluh hari operasi hujan buatan yang dilaksanakan, ditambah hujan alami yang cukup sering turun, membuat potensi kebakaran berkurang drastis.

“Memang karhutla tetap terjadi, tapi intensitas dan dampaknya jauh lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini menjadi pelajaran penting bahwa dukungan cuaca dan koordinasi lintas sektor sangat menentukan,” terang Achmadi.

Meski begitu, Dinsos Kalsel tetap mengingatkan masyarakat agar waspada. Kondisi panas terik masih bisa muncul meski sudah memasuki musim penghujan.

“Potensi karhutla tidak bisa kita abaikan, makanya kita tetap siaga penuh,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)

Editor Restu