30 Tahun Jualan Kambang Barenteng di HST, Kasmiati: Untung Tipis, Tapi Tradisi Tak Pernah Padam

Agar Kambang Barenteng tetap segar, Kasmiati punya cara sederhana: menyimpannya di kulkas. “Kalau tidak habis, saya simpan di kulkas, bisa tahan sampai tiga hari. Asal bunganya baru,” katanya.

Lebih dari 30 tahun ia bertahan. Dari Pasar Lama, pindah ke Pasar Hanyar, hingga kini menempati sudut dekat tugu air mancur, Kasmiati tetap setia.

“Yang penting kebutuhan orang ada, walau untung sedikit asal barokah, insya Allah cukup,” ucapnya penuh keyakinan.

Tradisi yang Menembus Batas Daerah

Menariknya, pelanggan Kasmiati bukan hanya warga Barabai.

“Ada juga dari Martapura. Biasanya mereka telepon dulu, karena ada keluarga dimakamkan di sini. Katanya kalau bawa bunga dari jauh takut layu, jadi lebih baik beli di sini saja, toh harganya sama,” pungkasnya.

Kasmiati mungkin hanya pedagang Kambang Barenteng sederhana. Namun di balik untung tipis yang ia dapat, ia sesungguhnya menjadi penjaga tradisi Banua agar tetap hidup, mekar, dan harum dalam setiap langkah masyarakat.(wartabanjar.com/Adew)

editor: nur muhammad