“Ketika melihat foto itu, saya juga tidak sanggup melihatnya karena ayah saya sudah dalam keadaan gepeng (lemek),” ucapnya sambil meneteskan air mata.
Ia pun menduga ayahnya tewas karena tertindih atau terlindas gulungan kayu di lokasi tersebut.
“Dia ini bekerja seperti mengarahkan posisi gulungan kayu itu, mungkin talinya itu putus dan kayu batangan itu menindih menimpa,” bebernya.
Saat ini jasad Nurul Nizain sudah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin untuk menjalani visum.
Saat ini wartabanjar.com berupaya mengonfirmasi ke pihak perusahaan. (wartabanjar.com/Iqnatius)
Editor Restu







