WARTABANJAR.COM, LEBAK – Publik diguncang kabar tragis dari Puskesmas Mekarsari, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Sebuah unggahan viral di Facebook memicu kemarahan warganet terkait dugaan lambannya pelayanan medis yang berujung pada meninggalnya seorang bayi, Sabtu (27/9/2025).

Keluarga pasien asal Desa Mekarsari mengaku kecewa lantaran merasa diabaikan petugas puskesmas. Dalam unggahan mereka, disebutkan pelayanan terkesan lambat dan tidak responsif, meski kondisi bayi darurat.

Situasi makin panas ketika keluarga pasien diduga dilarang merekam kejadian, padahal terlihat sebuah ambulans terparkir tapi tidak digunakan. Karena tak kunjung mendapat pertolongan, keluarga akhirnya nekat membawa bayi dengan sepeda motor menuju RSUD Adjidarmo Rangkasbitung. Sayangnya, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Peristiwa ini langsung memicu gelombang kritik dan tuntutan evaluasi besar-besaran terhadap standar pelayanan puskesmas di daerah. Warganet menilai, insiden ini mencerminkan lemahnya sistem pelayanan kesehatan dasar.

Komentar netizen pun banjir di media sosial:

“Kenapa video-video giliran ngamuk aja baru ketar-ketir… viralin aja!”
“Ooo Banten ya… saya mah udah gak kaget. Semoga keluarga tabah.”
“Puskesmasnya kenapa gak bantu rujukan pakai ambulans?”
“Rata-rata puskesmas gini pelayanannya 😭😭.”
“Kalau darurat langsung ke IGD rumah sakit besar aja, puskesmas kadang mempersulit.”
“Pemerintah harus tegas, ini nyangkut nyawa! Jangan nunggu viral baru minta maaf.”

Tagar seruan ke pejabat daerah pun bermunculan, seperti @hasbijayabaya dan @dedimulyadi71, meminta agar kasus ini segera ditindaklanjuti secara transparan.

Kini, masyarakat menunggu langkah cepat pemerintah daerah dan otoritas kesehatan untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban serta memastikan tragedi serupa tidak terulang.(Wartabanjar.com/pstore.cilegon/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad