Prabowo kembali menegaskan, tujuan program MBG adalah memberi makan gratis dan bergizi bagi anak-anak bangsa, terutama yang sering kesulitan makan.
“Banyak anak kita yang sehari-hari hanya makan nasi dengan garam. Mereka yang harus kita bantu,” ucapnya.
Data terbaru menunjukkan sejak Januari hingga 25 September 2025, terdapat 5.914 penerima manfaat MBG yang terdampak keracunan.
Pada September saja, jumlah korban mencapai 2.210 orang.
Kasus terparah terjadi di Bandung Barat, hingga Bupati Jeje Ritchie Ismail menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Sedikitnya 1.000 siswa PAUD hingga SMA/SMK di daerah itu mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG.
Situasi ini memicu desakan publik agar pemerintah segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap mekanisme distribusi dan pengawasan makanan MBG, demi keselamatan anak-anak penerima manfaat.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad






