WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Netizen Indonesia ramai membela Ketua Umum PSSI Erick Thohir usai muncul tudingan dari Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, terkait sanksi FIFA untuk FAM Malaysia dan tujuh pemain naturalisasi, Sabtu (27/9). Isu ini menjadi sorotan karena menyeret nama Erick dan Presiden RI Prabowo Subianto.
Tudingan yang beredar di media sosial menimbulkan reaksi keras publik Indonesia. Banyak netizen menilai pernyataan Tunku Ismail sebagai fitnah yang tidak berdasar.
FIFA sebelumnya resmi menghukum tujuh pemain naturalisasi Malaysia dengan larangan bermain 12 bulan dan denda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp41,8 juta). Sementara FAM dijatuhi sanksi lebih berat, yakni denda 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) akibat pemalsuan dokumen naturalisasi.
Dalam unggahan di akun X yang kini dihapus, Tunku Ismail memposting tangkapan layar empat artikel, termasuk dari media Malaysia, yang menuding adanya standar ganda FIFA. Ia juga menulis kalimat “Siapa yang ada di New York?” yang ditafsir publik sebagai sindiran ke Prabowo, yang baru-baru ini bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino di New York.
Unggahan tersebut memicu gelombang protes dari netizen Indonesia. Mereka menilai tudingan itu salah sasaran karena Indonesia tengah fokus pada kualifikasi Piala Dunia, sedangkan Malaysia berjuang di jalur Piala Asia. Kolom komentar akun Instagram Erick Thohir pun dipenuhi dukungan dari masyarakat Tanah Air. (Wartabanjar.co/berbagai sumber)







