Tak berhenti di situ, Rektor juga sudah mengonfirmasi langsung kepada para dosen yang namanya beredar dalam daftar isu pencabutan. Hasilnya? Sama sekali tidak ada yang menerima SK resmi.
“Saya tanyakan langsung kepada para guru besar. Jawabannya jelas: tidak ada menerima SK. Jadi isu ini tidak benar adanya,” pungkasnya.
Isu pencabutan gelar guru besar ini menimbulkan keresahan, mengingat status profesor adalah capaian tertinggi dalam karier akademik seorang dosen. Publik kini menunggu klarifikasi resmi dari pihak Kemendikbudristek agar rumor ini tidak terus bergulir liar.(Wartabanjar.com/Frans)
editor: nur muhammad







