WARTABANJAR.COM, BARABAI – Setiap hari Jumat, suasana di sekitar tugu air mancur Pasar Keramat, Jalan Ir. P.H.M. Noor, Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), selalu dipadati warga yang berburu bunga untuk berziarah. Tradisi rutin ini tak hanya menjadi bagian dari ibadah, tapi juga membawa berkah rezeki bagi deretan pedagang “kembang barenteng” yang mangkal di kawasan tersebut.
Bunga kenanga, melati, dan mawar menjadi primadona. Ada yang dijual dalam bentuk tabur, ada pula yang sudah dirangkai bersama pelepah pisang untuk digantung di batu nisan. Selain untuk ziarah kubur, bunga juga dibeli untuk berbagai keperluan adat, seperti mandi pengantin hingga tujuh bulanan.
Pedagang Nikmati Berkah Jumat
Mila (42), pedagang asal Ilung yang sudah tujuh tahun berjualan bunga tabur, mengakui hari Jumat selalu jadi waktu tersibuk.
“Kalau Jumat lebih banyak pembeli karena orang biasanya berziarah ke makam keluarganya,” ujarnya kepada wartabanjar.com, Jumat (26/9/2025).
Ia menyebut sebagian bunga dibawa dari Hapingin, Ilung, dengan harga sangat terjangkau. Satu ikat bunga rangkai dengan pelepah pisang hanya Rp1.000, meski sering juga dibuat sendiri oleh para pedagang.
Pedagang lain, Juraidah (56), mengaku merasakan berkah yang sama.
“Alhamdulillah, semoga jualannya selalu laris manis,” ucapnya singkat.







