Melalui kerja sama ini, Bawaslu berharap pola pengawasan partisipatif tidak hanya dilakukan pada hari pemungutan suara, tetapi juga sejak tahapan awal. Hal tersebut diharapkan dapat menumbuhkan budaya kritis dan peduli terhadap setiap proses penyelenggaraan Pemilu.
Dari pihak Kwarcab Balangan, dukungan penuh diberikan. Mereka menilai kolaborasi dengan Bawaslu sejalan dengan semangat Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda yang bertanggung jawab, peduli masyarakat, dan siap berkontribusi bagi bangsa.
Keterlibatan Pramuka dalam pengawasan Pemilu diyakini akan memperluas jangkauan edukasi politik ke lapisan masyarakat, khususnya anak muda. Dengan demikian, demokrasi tidak hanya menjadi urusan elite politik, melainkan juga kesadaran kolektif yang dijaga bersama.
Langkah strategis ini menjadi pondasi awal untuk menghadirkan Pemilu di Balangan yang lebih transparan, jujur, dan bermartabat. Bawaslu dan Pramuka kini berdiri berdampingan sebagai mitra, mengawal perjalanan demokrasi agar tetap berada di jalur yang benar. (Wartabanjar.com/Alfi)
Editor Restu







