VIRAL! Pilot AS Diborgol Usai Tolak Terbangkan Pesawat Penuh Senjata ke 'Israel', Teriak: “Stop the Boom!”
WARTABANJAR.COM – Dunia maya digegerkan oleh sebuah video dramatis yang memperlihatkan seorang pilot perempuan asal Amerika Serikat diborgol aparat setelah menolak menerbangkan pesawat yang disebut penuh muatan senjata menuju 'Israel'.
Dalam video yang beredar luas, pilot itu dengan wajah tegang bersuara lantang:
“Senjata ini akan dipakai untuk genosida terhadap rakyat Palestina!”
Ucapan tersebut sontak memantik gelombang dukungan dari warganet global. Tagar soal genosida Palestina pun kembali menggema, menyulut kritik tajam terhadap peran Amerika Serikat dalam mendukung agresi militer di Gaza.
Tak hanya sang pilot perempuan, seorang rekan pilotnya juga terekam marah dan menolak misi itu. Ia berulang kali meneriakkan kalimat yang kini viral:
“Stop the boom! Stop the boom!”
Keduanya menuding pemerintah AS, Kongres, bahkan Senat ikut mendanai bom yang disebut bakal menghantam anak-anak Palestina. Adegan heroik itu dipuji banyak pihak sebagai perlawanan moral seorang prajurit terhadap mesin perang negaranya.
Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada konfirmasi resmi dari pihak militer AS. Kebenaran soal muatan pesawat penuh senjata ke 'Israel' masih belum bisa diverifikasi secara independen.
Perdebatan Global: Propaganda atau Keberanian Moral?
Video itu memecah opini publik
Pro Palestina melihatnya sebagai keberanian luar biasa seorang pilot yang menolak perintah demi kemanusiaan.
Pro AS–Israel menudingnya sekadar propaganda untuk menggiring opini bahwa Washington adalah dalang utama penderitaan warga Gaza.
Apapun narasinya, satu hal pasti: video ini kembali menyeret nama Amerika Serikat dalam pusaran tudingan komplikasi genosida Palestina.
Fakta Dukungan Militer AS ke 'Israel'
Data terbaru dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mengungkap:
AS menyumbang 78% kebutuhan senjata 'Israel' pada 2023.
Sejak serangan 7 Oktober 2023, Washington telah menghabiskan lebih dari USD 22 miliar (Rp356,8 triliun) untuk operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, dan Suriah.
Hingga Agustus 2024, AS sudah mengirim lebih dari 50 ribu ton senjata lewat ratusan pesawat dan kapal.
Bantuan itu meliputi:
Rudal sistem Iron Dome
Bom presisi
Helikopter serang AH-64 Apache