Namun demikian, lanjutnya, semua perlu dipersiapkan baik bangunannya, dokternya dan juga perangkat lainnya yang berhubungan dengan penanganan masalah sosial.
“Untuk gedungnya dianggarkan Rp 1 miliar dan tahun 2026 akan direalisasikan, kalau kemungkinan ada kekuranga nanti bisa dibahas pada anggaran perubahan,”tandas Helmi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabalong Norzain Akhmad Yani, menyampaikan saat ini Dinas Soaial hanya memiliki Rumah Singgah yang sifatnya non permanen,
“Namun tetap akan diupayakan perbaikan terutama ruangan isolasi untuk ODGJ, karena saat ini kita baru punya satu ruangan itupun masih rawan karena dindingnya belum terbuat dqri beton,”jelas Norzain.
Saat ini, imbuhnya, Dinsos memiliki 6 kamar rumah singgah yang sifatnya sementara, artinya ditampung beberapa hari kemudian di kirim ke luar Tabalong seperti ke Kandangan, Banjarbaru atau Banjarmasin.
Terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Mahdiani Fauzi membeberkan, selama ini untuk anggaran pendampingan pasien yang luar daerah dari rujukan Rumah Sakit Umum Daerah Tanjung ke Rumah Sakit Pemerintah di Banjarmasin untuk tahun 2025 ini sebesar Rp. 270 juta.
“Sejauh ini sudah 25 orang penyandang masalah sosial yang sudah dikirim ke luar daerah,”kata Mahdiani. (wartabanjar.com/HRD).
Editor Restu







