Kendalikan Inflasi Daerah, Bupati Tabalong Dorong Percepatan Penyerapan Anggaran APBD

“Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) setiap bulan kita kumpulkan, kita belikan ke beras petani dengan harga pasar, kemudian berasnya kita bagikan untuk kaum duafa dan miskin yang ada di Tabalong,” bebernya.

Terkait komoditi lainnya yang juga menyumbang inflasi, yakni bawang merah, Pemkab Tabalong juga telah melakukan intervensi untuk menekan harga.

Selain melakukan kerja sama dengan daerah penghasil bawang merah, pihaknya juga melakukan pengembangan budidaya bawang merah di dataran rendah.

BACA JUGA: Waspada Jalur Bypass Banjarbaru-Batulicin Longsor dan Banjir, Warga Diimbau Lewat Jalan Lain Saja

“Kita ada panen bawang di daerah dataran rendah dari bibit biji bukan lagi dari tunas, ubinannya (panen) 1 hektar bisa mencapai 10 sampai 11 ton,” papar orang nomor satu di Tabalong ini.

Untuk digitalisasi, lanjut H. Fani, Pemkab Tabalong ada program satu desa satu wifi gratis, kami ingin memastikan bahwa di Tabalong ini seluruhnya tersambung internet,” jelasnya.

Wifi gratis yang terpasang di setiap desa pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) SMaRT akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya.

“Di sana (RTH SMaRT) ada UMKM, tempat bermain anak, hingga E-Library. UMKMnya kita latih melalui program mencetak 15.000 tenaga terampil, sehingga terjadi perputaran ekonomi di masyarakat desa bukan saja offline tetapi juga secara i,” tandasnya.

H. Fani menambahkan, upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kemiskinan di Tabalong, pihaknya juga akan melakukan intervensi melalui program hilirisasi. (wartabanjar.com/HRD)

Editor: Yayu