Kendalikan Inflasi Daerah, Bupati Tabalong Dorong Percepatan Penyerapan Anggaran APBD
WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Sebagai upaya mengendalikan inflasi daerah, Bupati Tabalong, H. M. Noor Rifani mendorong percepatan penyerapan anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Hal tersebut diungkapkannya pada saat membuka secara resmi High Level Meeting TPID, TP2DD, dan TPAKD di Hotel Aston Tanjung, baru - baru tadi.
"Setelah dilakukan penelitian, daya beli masyarakat memang masih rendah, salah satu kebijakan strategis yang kita lakukan adalah bagaimana percepatan penyerapan anggaran APBD,” ucap pria yang akrab disapa H. Fani ini kepada wartabanjar.com
Diyakininya, akselerasi penyerapan anggaran dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tabalong secara cepat.
Selain itu, Bupati juga melakukan intervensi lainnya untuk mengendalikan inflasi daerah, di antaranya yang sudah dilakukan adalah melakukan inventarisasi saluran-saluran air yang perlu dilakukan rehabilitasi dalam rangka meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Kita sudah melakukan inventarisasi, kita membeli eskavator amfibi untuk mendukung petani," tuturnya.
Di samping program APBN, intervensi menekan inflasi di Tabalong juga ada program Rasda (beras daerah) dan program Belatani (beli beras petani).
Program Belatani anggarannya bukan APBD, tetapi dari dana ZIS (Zakat, Infaq, Sedekah) dan sumbangan non muslim.
Semua warga yang membutuhkan dan berada di luar bantuan Rasda ataupun APBN akan dibantu beras melalui program ini.
Program Belatani ini potensinya luar biasa dan berkontribusi dalam pengendalian inflasi.
“Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) setiap bulan kita kumpulkan, kita belikan ke beras petani dengan harga pasar, kemudian berasnya kita bagikan untuk kaum duafa dan miskin yang ada di Tabalong,” bebernya.
Terkait komoditi lainnya yang juga menyumbang inflasi, yakni bawang merah, Pemkab Tabalong juga telah melakukan intervensi untuk menekan harga.
Selain melakukan kerja sama dengan daerah penghasil bawang merah, pihaknya juga melakukan pengembangan budidaya bawang merah di dataran rendah.
BACA JUGA: Waspada Jalur Bypass Banjarbaru-Batulicin Longsor dan Banjir, Warga Diimbau Lewat Jalan Lain Saja