Janice Tjen: Dari Lapangan ITF ke WTA, Perjalanan Panjang Menuju Panggung Dunia

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Nama Janice Tjen kini semakin sering terdengar di dunia tenis internasional. Di usianya yang baru 23 tahun, ia berhasil membawa kembali bendera Merah Putih ke panggung Grand Slam setelah dua dekade penantian panjang. Kiprahnya di WTA 250 Sao Paulo 2025, di mana ia menembus perempat final, menegaskan bahwa Indonesia kembali punya harapan besar di sektor tunggal putri.

Awal yang Penuh Perjuangan
Lahir di Jakarta, Janice menekuni tenis sejak kecil dengan mimpi sederhana: bermain di turnamen besar dunia. Namun jalan menuju WTA tidak mudah. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di sirkuit ITF, turnamen level kedua tenis dunia.

Perjuangan itu mulai membuahkan hasil pada awal 2025. Janice tampil gemilang dengan menjadi runner-up di ITF W75 Lexington dan ITF W100 Landisville. Konsistensi itu membuat peringkatnya melonjak ke Top 200 WTA, sebuah syarat untuk tampil di babak kualifikasi Grand Slam.

Momen Bersejarah di US Open
Perjalanan Janice mencapai puncak emosinya di US Open 2025. Ia melewati babak kualifikasi dengan kemenangan straight set di tiga laga, sebelum akhirnya menembus babak utama.

Di babak pertama, Janice mencetak kejutan dengan menyingkirkan unggulan ke-24 dunia, Veronika Kudermetova. Meski langkahnya terhenti di tangan mantan juara Grand Slam, Emma Raducanu, torehan itu sudah cukup untuk mencatat sejarah: Indonesia kembali punya wakil di tunggal putri Grand Slam setelah 21 tahun, sejak Angelique Widjaja di US Open 2004.

Tren Positif di Sao Paulo
Setelah tampil di New York, Janice tidak kehilangan momentum. Di WTA 250 Sao Paulo, ia tampil semakin percaya diri. Setelah mengalahkan unggulan ketujuh asal Prancis Leolia Jeanjen di debutnya, ia melanjutkan perjalanan dengan menundukkan petenis Slovakia Martina Okalova 6-1, 6-0 di babak kedua.