Statistiknya mencolok: dua ace, enam break point sukses, hanya kehilangan satu gim dalam 52 menit. Kemenangan itu melambungkan peringkatnya sementara ke 123 dunia WTA, posisi tertinggi sepanjang kariernya.
Selain di tunggal, Janice juga mencoba peruntungan di nomor ganda bersama petenis Amerika Serikat, Anna Sinclair Rogers, yang membuat jadwal turnamennya semakin padat namun penuh pengalaman berharga.
Harapan Menuju Top 100
Kesuksesan Janice tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol kebangkitan tenis putri Indonesia di level dunia. Banyak pihak kini menaruh harapan agar ia segera menembus Top 100 WTA, yang akan membuka peluang tampil reguler di Grand Slam dan turnamen WTA besar.
Federasi Tenis Indonesia bahkan menyebut Janice sebagai inspirasi bagi generasi muda. “Ia bukti bahwa dengan disiplin dan kerja keras, atlet Indonesia bisa bersaing di level dunia,” kata salah satu pengurus. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







