Lalu siapa yang salah?
Mudah untuk bilang, pencurinya lah yang kejam. Mereka tega menukar keselamatan ribuan orang dengan beberapa barang bekas yang mungkin dijual murah. Tapi, apakah hanya pencuri yang salah?
Bagaimana dengan sistem penjagaan? Alat miliaran rupiah dipasang di jalur pendakian, terbuka, tanpa pengamanan ketat. Baru ketahuan hilang setelah data macet. Ini jelas kelalaian. Bagaimana mungkin aset vital bencana bisa dijaga se-longgar itu?
Di satu sisi, pencuri tega. Di sisi lain, negara lengah. Hasilnya sama, masyarakat yang tinggal di kaki Kelud jadi pihak paling dirugikan. Karena kalau nanti ada erupsi, keterlambatan peringatan bisa jadi taruhan nyawa.
Bagaimana menurut kalian, siapa yang paling layak disalahkan, pencuri yang serakah, atau penjaga negara yang lalai? Dan yang lebih penting, apa langkah nyata supaya tragedi seperti ini tidak terulang?(Wartabanjar.com/vri/berbagai sumber)
VIDEO – Rp 1,5 Miliar Raib di Gunung Kelud, Nyawa Rakyat Jadi Taruhan

