GAWAT! Kalsel Peringkat 4 Korban Narkoba, Gubernur Muhidin Tantang Pengusaha Buka Rehabilitasi
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Kalimantan Selatan kembali geger! Sebanyak 101 kilogram sabu dan hampir 12.000 butir ekstasi resmi dimusnahkan aparat di Mapolda Kalsel, Kamis (11/9/2025) pagi. Aksi ini sekaligus menandai perang besar melawan jaringan narkoba yang kian merajalela di Banua.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang hadir langsung dalam prosesi pemusnahan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras Polda Kalsel dan BNN dalam membongkar 45 kasus narkoba dengan jumlah barang bukti yang fantastis.
“Ini luar biasa! Terima kasih kepada aparat yang tak kenal lelah memberantas peredaran narkoba. Kita semua harus mendukung perang besar ini,” tegas Muhidin dengan nada serius.
Namun di balik keberhasilan itu, Gubernur tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Data mengejutkan menunjukkan Kalimantan Selatan berada di peringkat keempat nasional dalam jumlah korban penyalahgunaan narkoba.
“Jumlah pemakai di daerah kita luar biasa banyaknya. Ini benar-benar memprihatinkan,” ujarnya.
Muhidin menegaskan, masyarakat punya peran vital dalam melawan narkoba. Ia mengajak warga agar berani melaporkan penyalahgunaan, bukan untuk menghukum, melainkan menyelamatkan masa depan generasi muda.
Yang lebih mengejutkan, biaya rehabilitasi pecandu disebut bisa mencapai Rp2,6 triliun jika harus dilakukan di luar daerah. Karena itu, Muhidin menantang para pengusaha lokal untuk ikut terlibat membangun fasilitas rehabilitasi di Kalsel.
“Kalau ada pengusaha yang mau membangun rumah rehabilitasi atau rumah singgah di sini, itu luar biasa. Kita tidak perlu lagi kirim korban ke luar daerah. Mereka bisa sembuh di tanah Banua sendiri,” tandasnya.
Ia pun menutup dengan seruan keras: “Mari kita bersama-sama berperang melawan narkoba! Jangan biarkan pemuda kita jadi korban berikutnya. Stop peredaran, selamatkan generasi!”(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad