“Kesuksesan kita mengendalikan inflasi adalah soal terjaganya kesejahteraan masyarakat. Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, BUMD, perbankan, akademisi, hingga masyarakat, untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab HST bersama TPID juga melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok dan distribusi barang di Pasar Keramat Barabai. Dari hasil pemantauan, harga beras bervariasi, seperti Arjuna Rp 10.500/liter, Unus Mayang Rp 13.000/liter, Siam Gambut Rp 12.000/liter, dan Jambun Rp 14.000/liter. Sementara ayam ras dijual Rp 60.000–65.000/ekor, daging sapi Rp 145.000/kg, dan daging kerbau beku Rp 95.000–105.000/kemasan.
Komoditas bumbu dapur juga tercatat naik, dengan bawang merah Rp 50.000/kg, bawang putih Rp 45.000/kg, cabai rawit Rp 70.000/kg, cabai merah keriting Rp 50.000/kg, dan cabai merah besar Rp 60.000/kg.
Kondisi ini berkontribusi pada inflasi year on year di Kabupaten HST Agustus 2025 yang mencapai 3,09 persen, naik dari bulan sebelumnya sebesar 1,73 persen.
Meski demikian, ketersediaan bahan pokok di pasaran masih relatif aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Dengan distribusi yang lancar, diperkirakan kebutuhan pokok tetap terpenuhi dalam beberapa bulan mendatang. (Wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







